Longsor PETI Vatutela, Dua Penambang Dilarikan ke RS Undata

oleh -126 Dilihat

Gambar Ilustrasi Dibuat dengan AI

RADAR PALU – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Vatutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, kembali diwarnai kecelakaan.

Material longsor dilaporkan menerjang area pertambangan sekitar pukul 18.00 WITA, Sabtu (10/10/2026). Dua penambang dilaporkan tertimpa material dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Undata Palu untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya menyebutkan, kedua korban masing-masing berinisial R dan I. Keduanya diketahui merupakan warga Tombolotutu.

“Korban R mengalami patah kaki, sedangkan korban I mengalami sesak napas,” ungkap sumber tersebut, Minggu (11/10/2026).

Kedua korban telah dievakuasi ke RS Undata Palu. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab longsor, luas material yang runtuh, maupun kemungkinan adanya korban lain.

Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan risiko keselamatan yang membayangi aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan Kota Palu.

Sebelumnya, sejumlah kecelakaan juga terjadi di kawasan PETI Poboya yang masih berada di Kecamatan Mantikulore.

Pada 7 Februari 2026, longsor terjadi di lokasi yang dikenal sebagai Lubang Monyet, kawasan Vavolapo, Kelurahan Poboya. Dua penambang yang berada di dalam lubang sempat merasakan adanya retakan pada dinding galian.

Keduanya kemudian segera keluar. Sekitar 15 menit berselang, lubang tersebut longsor. Beruntung, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.